Jangan Dibuang! Ini Dia Tips Memanfaatkan Sampah Makanan

Masalah sampah selalu menjadi maalah global yang tak kunjung mengalami perbaikan setiap tahunnya. Sebuah laporan dari media massa menyebutkan bahwa saat ini DKI Jakarta saja telah menghasilkan 4ribuan ton sampah dapur setiap harinya. Ternyata bagaimana cara kita makan, menyumbang hal negatif bagi kelestarian lingkungan ya. Betapa ruginya jika hanya kerusakan yang bisa kita wariskan untuk masa depan. Namun ada cara bagi kita untuk setidaknya mengurangi produksi sampah dapur, yaitu dengan mengolahnya lagi sebelum berfikir membuangnya. Berikut ini adalah tips memanfaatkan sisa makanan atau sampah dapur lainnya agar bermanfaat atau bisa dikonsumsi lagi.

  1. Ampas kopi ternyata mempunyai beragam manfaat lho. Alih-alih kalian menuangkannya ke pencucian piring dan malah membuat saluran mampet, ampas kopi bisa dijadikan campuran pupuk dan pengharum ruangan. Sebagai campuran pupuk, ampas kopi bermanfaat untuk mengusir hama, semut dan siput. Sebagai pengharum ruangan, kalian bisa bungkus ampas kopi dengan kertas dan menaruhnya di lemari pendingin untuk mengurangi bau dari makanan lain.
  2. Cangkang telur yang kaya kalsium ini juga bisa digunakan sebagai pupuk yang ampuh untuk mengusir hama tanaman dan membuat tanaman tumbuh sehat. Caranya yaitu jemur cangkang telur untuk menghilangkan bau amis dan supaya lebih mudah dihaluskan. Setelah kering, haluskan dan simpan dalam toples . Kalian bisa taburkan secara rutin di pada tanaman dan nikmati hasil kerjanya.
  3. Kulit buah jangan buru-buru dibuang ya, karena juga memiliki segudang manfaat. Kulit buah jeruk atau lemon yang dikeringkan atau dibekukan, kemudian dicampur air dan cuka dapat berubah menjadi pembersih rumah yang serbaguna. Selain itu, bisa digunakan sebagai infused water. Semakin lama kalian mencampurkannya, semakin kuat rasa dan aromanya.
  4. Masih tentang manfaat kulit-kulitan, kalian tau nggak, ternyata dibawah lapisan kulit bawang mengandung nutrien yang bermanfaat untuk mencegah penyumbatan darah dan menurunkan gula darah lho. Kalian bisa memanfaatkan kulit bawang ini ditambah kulit sayuran seperti wortel, tomat, atau kentang sebagai campuran kaldu yang sedap. Pastikan sudah dicuci bersih sebelumnya ya, lalu rebus atau beri campuran beberapa tulang dan bumbu, saring. Voila! Kaldu sedap nan sehat siap dinikmati.
  5. Saat memasak sawi, selada, atau daun bawang, kadang kita meninggalkan bonggolnya begitu saja. Padahal bonggol ini ternyata bisa ditumbuhkan kembali lho. Caranya yaitu, siapkan gelas atau mangkok berisi air, lalu celupkan bonggol tersebut ke dalamnya. Agar tidak jatuh, kalian bisa menggunakan bantuan tusuk gigi pada 2 atau 4 sisi. Maka tak lama kemudian, bonggol akan ditumbuhi akar dan daun baru. Pastikan untuk rajin mengganti air dan meletakkanya di tempat terang ya. Tunggu dalam 2-4 minggu, lalu kalian bisa panen sayur sendiri. Untuk daun bawang, cukup tunggu seminggu dan kalian bisa memasaknya lagi.

Selain menumbuhkan kembali dedauanan, kalian juga bisa menumbuhkan kembali nanas dan wortel lho. Caranya yaitu potong mahkota nanas atau potongan pangkal wortel, lalu celupkan pada gelas berisi air. Ketika sudah muncul akar di bagian pangkal, pindahkan ke dalam pot yang berisi tanah dan tunggulah hingga tanaman kalian siap panen. Selain nanas dan wortel, kalian bisa bereksperimen menumbuhkan kembali sampah dapur lainnya