Media Sosial Yang Hilang Dari Kehidupanku! Kamu Juga Pasti Pernah Memakainya

Emang susah banget ninggalin kasur kalo udah musim hujan gini. Dia jadi posesif banget! Ga mau ditinggalin. Sama sekali. Ditinggal dikit, ngrengek minta ditemenin. Ditinggal minum aja yang cuman beberapa langkah, ga dibolehin. Katanya, “aku ga mau jauh dari kamu!”. Hih! Dasar! Lajang! Udah hujannya rintik-rintik, agak mendung, dari kamar bisa liat jelas keadaan di luar. Haduh. Di kamar aja deh, sampe tua!

Apalagi kalo udah ada yang namanya internet. Hidup udah kayak di pake-in game shark. Ga ada habisnya. Infinity! Eh, pada tau game shark kan yak? Itu lo, game yang bisa bikin semua yang dilock di game jadi kebuka. Di PS 1 sih. Udah lama banget. Yang jelas, kalo hujan, terus ada internet, apalagi wifi, pasti waktu cepet banget berlalunya. Dan sebenarnya yang diulik pun itu-itu aja. Kalo ga media sosial, ya game. Alasannya kenapa itu-itu aja yang diulik soalnya kita bisa ngatur apa yang akan kita mau. Kita bisa mainin apa yang kita suka. Pokoknya kita bisa ngapain aja lah. Bebas.

Media sosial sendiripun sebenarnya dari waktu ke waktu juga mengalami banyak sekali perubahan. Ragamnya tentunya berubah. Semakin hari semakin banyak banget jumlahnya. Walaupun variasinya antara satu media sosial dengan media sosial lainnya emang hampir sama sih. Hampir hampir emang ga ada bedanya. Kalo satu punya fitur baru gitu, pasti yang lainnya pada ikutan. Akhirnya media sosial dipilih berdasarkan banyaknya pemakai dalam lingkungan pemakainya. Karena memang preferensi dari tiap-tiap sekumpulan orang berbeda-beda dalam hal memilih platform media sosial. Tapi kamu pernah ga sih ngerasa kalo media sosial yang kamu pake dulu udah beda sama yang kamu pake sekarang? Atau bahkan kamu pernah ngerasa enggak kalo media sosial yang pernah kamu ataupun teman-temanmu pake sekarang udah enggak ada?

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, media sosial semakin meningkatkan kualitasnya. Yang tidak bisa mengikuti, maka akan mengalami penurunan peminat. Akibatnya banyak dari media sosial-media sosial tersebut yang harus gulung tikar. Salah satunya dan yang paling fenomenal adalah hilangnya Friendster. Ini adalah salah satu media sosial yang telah mencapai puncaknya sekitar satu dekade silam. Tampilannya sangat mirip dengan Facebook. Segalanya dapat dirubah sesuai keinginan. Mulai dari background, foto profil, bentuk beranda, deskripsi profil, dan lain sebagainya. Tetapi seiring dengan bertambahnya fitur dan juga kualitas Facebook, kompetitor utama Freindster, yang mengakibatkan pada menurunnya jumalah peminat Friendster, Friendster mengalami kemunduran. Hal inilah yang juga jadi penyebab utama Friendster sudah tidak ada lagi penggunanya.

Selain itu, ada juga beberapa media sosial yang khusus bergerak di instant messenger. Contohnya ada mig33, mxit, ebuddy, MIRC, dan lain sebagainya. Untuk tiga media sosial yang pertama,hampir semua orang merasakannya. Tiga media sosial tersebut menghadirkan layanan yang hampir sama, yaitu berupa chatting. Bisa disebut ini adalah nenek moyangnya WhatssApp. Untuk yang terakhir, ini juga memiliki fitur yang sama, tetapi, MIRC dikhususkan bagi mereka yang suka video call.

Itulah media sosial-media sosial yang sudah punah. Kamu pernah pake yang mana?