Sesibuk Apapun Pasti Selesai Juga

Udah sampai mana kamu belajarnya? Perlu dbantuin enggak? Atau perlu ditemenin? Loh, kamu ditanyain siapae? Lha wong pasangan aja ga punya! Makanya, belajar sendiri! Masa’ ya harus ditemenin terus. Meskipun sesibuk apapun, kalo niatnya belajar dan mendapatkan ilmu lebih ya pasti ada jalannya. Eh? Ga percaya? Banyak contohnya. Banyak yang udah bisa ngejalanin dua bidang berbeda tetapi sukses di keduanya. Ih, semua orang bisa! Kalo enggak percaya, coba kamu liat atlit-atlit nasional maupun internasional. Ada banyak dari mereka yang tidak hanya garang di lapangan, tetapi juga garang di pendidikan. Masih ga percaya? Nih liat!

 

Giorgio Chiellini

Kalo udah di lapangan, mending kamu nyari pemain bertahan lain deh. Jangan ngadepin yang satu ini. Susah! Perawakannya tinggi, badannya tegap, visinya jelas. Pergerakannya mematikan. Dia juga adalah salah satu pemain bertahan terbaik yang pernah dimiliki Juventus dan timnas Italia. Selain itu, orang ini juga sangat loyal. Terlihat dari dia memilih untuk tetap bersama Juventus meskipun timnya terkena dampak dari kasus Calciopoli. Yang mengakibatkan tim ini harus bermain di kasta kedua liga Italia. Komitmen dan kerja kerasnya diperlihatkan juga di luar lapangan. Tepatnya di urusan pendidikan. Lulus SMA dengan predikat sebagai penyandang nilai terbaik, dia langsung melanjutkan kuliah. Tidak hanya berhenti menjadi sarjana, dia kemudian mengejar gelar master. Di tengah kesibukannya berlatih dan bermain, dia mampu menyelesaikan studi S2 nya dengan predikat Cumlaude di studi Bisnis Ekonomi Universitas Manajemen dan Ekonomi Turin. Dari situ jugalah keganasannya membaca permainan dapat terus terasah dengan baik.

 

Juan Mata

Semenjak didatangkan dari Chelsea tiga tahun yang lalu, permainan Juan Mata terus mengalami peningkatan. Torehan golnya memang tidak terlalu banyak, tetapi visi bermainnya, terutama di lapangan tengah Manchester United, bisa dibilang sungguh sangat mengesankan. Tak ayal jika Jose Mourinho terus memercayakan lini tengah kepadanya. Bahkan, dia juga sempat menjadi kapten klub. Kepiawaiannya untuk membaca permainan tidak didapatkannya melalui pemahaman kulit bundar saja, tetapi juga dari studi yang ditempuhnya. Menariknya, dia mendapat gelar sarjana di dua bidang yang berbeda. Gelar jurnalisme dia dapatkan dari Universitas Madrid. Setelah pindah ke Inggris, dia menempuh studi di Unviersitas Manchester dengan jurusan Marketing and Sport Science.

 

Glen Johnson

Mantan bek sayap Liverpool ini dapat menampilkan permainan yang konsisten bersama klubnya sekarang, Stoke City. Entah umpan silang, membantu pertahanan, atau pun mulai melakukan overlap ke pertahanan lawan sudah menjadi hobinya ketika di lapangan. Di luar lapangan, dia juga memiliki hobi yang lain. Dia suka sekali berhitung. Begitulah yang dikatakannya ketika menajawab pertanyaan dalam suatu sesi wawancara “kenapa dia masuk ke jurusan Matematika?”. Iya. Glen Johnson menyukai kegiatan berhitung semenjak dia masih kecil. Ketika yang lain menganggap matematika sebagai momok pelajaran, Glen justru berpikir sebaliknya. Melalui bantuan kampus terbuka, akhirnya dia mendapat predikat sarjananya di bidang Matematika.

 

Masih mau alasan enggak punya waktu buat belajar? Hih!