Permainan Skor Yang Membahayakan!

Lha wong klub itu biasanya juga mainnya biasa loh. Kok sekarang bisa menang gitu yak. Ya gimana yak. Ada yang mbantuin paling. Ada yang nambahin paling. Ada yang ngatur paling. Nah! Kalo udah yang namanya atur-mengatur itu, bukannya udah ada aturannya? Dan aturannya pun di tentukan sama pihak yang lebih berwenang kan? Ya contohnya, kalo di sekolah ya kepala sekolah atau guru. Kalo di lapangan dalam olahraga, ya wasit. Kalo di hubunganmu, ya pacar kamu. Ya kan? Suak diatur-atur kan kamu?

Dan ketika aturan tersebut dilanggar dan malah dipermainkan, akan berdampak fatal tidak hanya terhadap pelakunya tetapi juga seluruh lingkungan sekitarnya. Apalagi dalam olahraga. Efeknya bisa panjang banget. Kalau kamu masih inget, itu yang paling fenomenal itu yang dari Italia. Calciopoli. Kasus tersebut menyeret banyak pemain, wasit, staff, sampai dengan klub dan juga pelatih. Hampir semua mendapat dampak negatifnya. Mulai dari larangan bermain sampai penurunan kasta. Bahkan, liga juga menerima dampaknya. Liga Italia, Serie A. Redupnya liga Italia dapat dikatakan dimulai dari mulai mencuatnya kasus tersebut. Yang kemudian tahun demi tahun setelahnya, Liga Premiere Inggris menjadi liga paling favorit, terutama di Eropa. Karena memang kasus itu tidak hanya isapan jempol belaka. Keberadaan dan kebenarannya sudah terbukti.

Bahkan klub besar seperti Juventus juga menerima getahnya. Akibatnya, Juventus harus mendekam di Liga kasta kedua Italia. Belum lagi pencopotan gelar Scudettonya yang telah diraihnya pada tahun tersebut. Tragis! Tetpi tidak hanya di Eropa, kasus pengaturan skor juga terjadi di tanah air. Yang paling dekat adalah kasus pengaturan skor dan juga permainan di salah satu pertandingan di liga kasta kedua di indonesia antara PSIS Semarang melawan Persis Solo. Kamu kalau sempat nonton, atau kamu sekarang penasaran dan pengen melihat gimana ceritaya, kamu pasti akan memberikan komentar yang mengahrukan. Betapa mirisnya pertandingan tersebut. Padahal, kenyataannya pertandingan tersebut di tingkat profesional tetapi dimainkan secara cuma-cuma dan main-main oleh para pemain yang berlaga. Padahal udah serius, eh ternyata doi bercanda. Sakit ga tuh?

Hal ini terjadi sebenarnya bukan cuma di dunia sepak bola, di dunia basket kasus pengaturan skor juga ada. Kebenaran dan buktinya sudah terkumpul dan juga sudah diputuskan jalan keluarnya. Hasilnya, beberapa pemain memang diberi hukuman. Kasus ini baru mencuat dan diputuskan hasilnya dua minggu yang lalu. Sedangkan kejadiannya sudah ada di musim lalu. Kenapa kok ga langsung diringkus aja sih? Ya emang enggak butuh bukti dan alat-alat yang memberatkan? Karepe dewe!

Sebagai hasilnya ada delapan pemain basket yang terkena imbasnya. Dan kesemuanya berasal dari klub Siliwangi Bandung. Nama-nama tersebut adalah Zulhilmi Faturrohman (dua tahun), Fredy, Vinton Nolan Surawi, Robertus Riza Raharjo (tiga tahun), Gian Gumilar, Tri Wilopo, Untung Gendro Maryono, Haritsa Herlusdityo (masing-masing empat tahun), dan juga yang paling berat diterima oleh Ferdinand Damanik (lima tahun).

Masih mau mikir buat ikutan ngatur skor? Halah! Ngatur cara buat deketin doi aja udah sempoyongan gitu kok!