Masa Depan Bola Voli Indonesia!

Tau enggak? Olahraga apa yang mesti ada ketika tujuhbelas agustusan? Panjat pinang! Iya sih, olahraga juga. Tapi yang tiap hari kita juga liat, tapi di tujuah belas agustusan pasti ada! Emmm, sepak bola. Enggak mesti ada, biasanya ada modifnya, entah pake sarung atau pake kemben! Emmmm, Voli! Nah! Bola voli! Olahraga ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan menyenangkan ketika sampai di Indonesia. Tidak hanya ada induk olahraganya saja, yang kemudian disebut sebagai PBVSI kependekan dari Persatuan Bola Voli Indonesia, tetapi olahraga ini juga salah satu olahraga rakyat. Sangat merakyat.

Kalau di di daerah-daerah, entah tujubelasan atau enggak ada dua macam olahraga yang pasti jadi idola. Ada sepak bola dan juga bola voli. Kebanyakan, daerah-daerah menyebut sepak bola dengan sebutan TarKam. Yaitu sepak bola tarung kampung. Dengan lapangan seadanya, bola seadanya, gawang seadanya, dan bahkan entah pakai sepatu atau tidak, olahraga ini pasti selalu digemari. Bola voli juga sama. Bahkan satu daerah punya klub bola voli dan juga klub sepak bolanya sendiri. Ya karena memang penggemarnya yang banyak.

Dari olahraga keseharian yang terus dimainkan di daerah-daerah itulah akhirnya banyak bermunculan pemain-pemain yang bisa membawa harapan baru bagi Indonesia. Di Bola Voli sendiri, dalam beberapa tahun terakhir ini, prestasi Indonesia memang mengalami penurunan. Terakhir kali Indonesia mendapat medali emas adalah di SEA GAMES 2009 dan 2011. Di dua tahun teakhir ini malah semakin menurun. Di 2013 hanya sampai runner-up, di 2015 hanya sampai semi final. Bahkan tertinggal jauh dari Thailand.

Terlepas dari menurunnya performa klub bola voli Indonesia, ada secercah harapan untuk mengembalikan kejayaan yang dulu pernah diraih di masa Loudry Maspaitela, Joni Sugiyanto, dan juga Ayip Rizal. Harapan tersebut datang dari beberapa pemain muda yang mulai menunjukkan tajinya.

I Putu Randu

Kejuaraan bola voli junior pada 2011 dan ikut membawa pulang medali perak di Myanmar pada tahun 2013 adalah torehan prestasi dari atlet muda ini. Sejak kecil kedekatannya dengan bola voli sudah terbangun. Berawal dari SMP, dia terus meningkatkan permainan bola volinya. Salah satu yang cukup khas dari I Putu Randu adalah teriakannya yang terus bergema sepanjang permainan. Bukan karena dia ingin memprovokasi lawan, tetapi ingin meningkatkan kepercayaan dirinya. Dan saat ini I Putu Randu menjadi pemain andalan di Surabaya Samator.

Rendy Febriant Tamamilang

Atlet Surabaya Samator ini juga berhasil membuat banyak penggemar bola voli terpana. Di usianya yang masih menginjak 19 tahun, dia sudah meraih berbagai prestasi yang cukup mentereng. Mulai dari MVP Proliga termuda pada tahun 2014 sampai debut timnas senior bola voli pada tahun 2015 silam.

Beberapa nama yang lain juga sangat berpengaruh di dalam timnas senior walaupun usianya masih begitu muda. Nama-nama seperti sigit adrian, oky setia primadi, rivan nurmuluki, dan beberapa nama lainnya memiliki kualitas yang begitu baik untuk masa depan voli Indonesia.