Dari Ballon D’or Sampai Politik Praktis

Kalian pada tahu ga sih gimana nasibnya pemain bola kalo udah enggak main lagi? Mungkin kalo udah terkenal kayak zidane, montela, batistuta, raul, ronaldo, gitu kan langsung ada kerjaan gitu yak. Tapi gimana sama pemain-pemain yang enggak terlalu terkenal. Kalau ditelusuri lebih jauh sih kebanyakan pada langsung ke bisnis. Tetapi beberapa ada yang tetap memilih sepak bola jadi sumber penghasilannya, walau posisinya bisa bermacam-macam. Bisa pelatih, staff, atau manager, atau bahkan pemilik sebuah klub. Bisa juga tuh. Nah, ada satu bidang yang mungkin enggak kepikiran sama sekali sama kebanyakan pemain bola, yaitu politik. Olahraga memang kaitannya dengan politik agak jauh sih. Beda dengan hiburan. Atau publik figur. Tapi kalo olahraga? Eh, bisa juga deng. Politik ke olahraga!

Beberapa pemain memang sudah tergabung ke panggung politik, di kancah dunia maupun di Indonesia sendiri. Kalau dari indonesia sih ada Jack Komboy yang paling ada beritanya. Pemain persipura yang begitu agresif ketika masih aktif menjadi pemain sepak bola ini sudah sejak lama masuk dalam dunia politik. Dimulai pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2015, dia udah duduk di DPRD. Kalo di dunia intenasional nama-nama seperti Shevchenko, Thuram, Sol Campbell, atau Arshavin udah lama masuk ke politik di negaranya masing-masing. Yang paling hangat adalah keterlibatan Pique dalam proses Catalan untuk lepas dari negara Spanyol. Seru!

Terlepas dari banyaknya pemain yang kemudian ‘hijrah’ ke politik, ada satu nama yang memang getol dalam dunia ini. Dia adalah George Weah. Pria berumur 51 tahun ini memang sudah lama berkecimpung di dunia politik semenjak keputusan dia untuk gantung sepatu sesaat setelah Liberia tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2002. Lebih dari satu dekade kemudian, jalannya semakin mentereng di panggung politik Liberia. Tahun ini, 2017, Weah resmi menjadi kandidiat terkuat presiden Liberia. Emang panutan dah ini orang. Dia butuh lebih dari sepuluh tahun buat jadi presiden. Eh belum deng, calon. Tapi ini sekarang dia masuk putaran kedua pemilihan presiden. Jadi ya tinggal selangkah lagi.

Banyak banget alasan kenapa Weah bisa jadi kandidat terbaik presiden 2017. Salah satunya karena dia itu jadi pemain pertama peraih FIFA Ballon d’or yang berasal dari Afrika. Nah! Keren ga tuh. Pantesan dia jadi panutan banyak orang! Dan okenya lagi, sampai sekarnag belum ada yang bisa menyamai prestasinya buat jadi pemain terbaik FIFA dari benua Afrika. Ini baru alasan pertama loh.

Terus, dalam sepuluh tahun terakhir ini, emang Weah fokus untuk mengejar pangung politik tertinggi di negaranya. Yang paling keliatan sih ya dari kegiatannya yang cukup beragam di bidang sosial. Dia sering masuk ke organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang-bidang sosial. Ini udah jadi tambahan buat masyarakat Liberia untuk mendukungnya. Dan juga fokusnya untuk meningkatkan layanan kesehatan, pendidikan, ketersediaan listrik dan air bersih di Liberia juga menjadi nilai plus buat pencalonannya. Tapi tidak ada jalan yang mulus, temasuk buat Weah. Sudah dua kali dia gagal dalam pemilihan umum. Dan untuk yang ketiga ini, titik terang mulai tampak. Semangat om!