Cinta Mereka Tulus Kepada Klubnya

Coba kamu tanya sama temanmu. Eh, tanya ke kamu juga ding. Berapa lama kamu bisa bertahan menjalin suatu hubungan sama doi? Berapa coba? Sebelum memutuskan menikah loh yaa… enam bulan? Setahun? Empat tahun? Eh? Sebulan doang? Hadeuhh… ini nih yang bikin jomblo-jomblo gentayangan. Lha pada enggak setia gitu kok! Setia dong! He? Gimana caranya? Ih! Kayaknya kamu harus belajar sama ahlinya deh. Hubungan apa pun kalau didasarkan pada kesetiaan dan loyalitas pasti bakal bagus hasilnya. Enggak percaya? Coba lihat nih!

 

John Terry

Banyak yang menyangka bahwa pada usia tertentu ini orang bakal pindah klub. Ya, karena memang penampilannya makin hari makin gereget banget. Pada jamannya. Tetapi ternyata tidak. Ini orang udah mengenakan jersey Chelsea semenjak era milenium. Di tahun 2001. Seiring berjalannya waktu, penampilannya semakin matang. Stabil. Hingga puncaknya dia mengantarkan Chelsea meraih lima gelar premiere league. Padahal ya tahu sendiri kan yak. Liga Inggris sebegitu ketatnya. Hasil kerja kerasnya juga berbuah pada disematkannya ban kapten kepadanya. Tinggi badan yang tegap. Taktis. Tangguh. Dan juga bisa menjadi motor bagi keseluruhan timnya. Adalah beberapa alasan kenapa Terry memang pantas disebut sebagai yang terbaik di Inggris. Walaupun akhirnya dia harus hengkang dari Chelsea dan sekarang dia mengenakan baju Aston Villa setelah 16 tahun perjalanannya.

 

Paolo Maldini

Menyeberang ke negara sebelah, ada satu pemain yang memang telah terkenal loyalitasnya. Paolo Maldini. Sekarang memang pemain ini telah gantung sepatu. Tetapi kiprahnya dan juga loayalitasnya tetap tak terkalahkan. Tidak banyak pemain yang sanggup menyaingi kesetiannya kepada sebuah klub sepak bola. Semenjak ia bergabung dengan AC Milan pada tahun 1985, dia tidak pernah sekalipun menginjakkan kakinya untuk bermain dengan klub lain. Walaupun sebenarnya tawaran tidak pernah surut menghampiri. Justru makin hari, makin banyak. Tetapi, kecintaannya pada AC Milan memang tak pernah tergoyahkan. Sampai akhirnya 24 tahun kemudian dia gantung sepatu dengan tetap sebagai pemain bek tengah dan sayap AC Milan.

 

Andres Iniesta

Kebanyakan dari kamu pasti masih familiar akan nama itu. Ya memang sampai sekarang dia masih saja bermain untuk klub kebanggaannya. Barcelona. Ya. Barcelona. Satu dan selamanya dalam jiwa Iniesta. Karirnya bersama Barcelona telah dimulai semenjak tahun 1996. Tahun dimana dia masih begitu muda. Empat tahun berselang dia akhirnya masuk ke Barcelona B. Dimana akhirnya dia dipertemukan dengan beberapa pemain berkelas lainnya. Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya pada tahun 2002, dia langsung bermain bersama klub utama Barcelona. Lima belas tahun setelahnya, loyalitasnya tak pernah pudar. Bukannya tanpa tawaran dia memilih untuk tetap bersama Barcelona. Sebaliknya, banyak sekali tawaran yang pernah menghampirinya. Tetapi jiwanya selalu bersama Barcelona.

 

Enggak tahu bagaimana mereka ini kok bisa begitu cintanya dengan klubnya masing-masing, tapi yang jelas, hubungan harus didasari juga dengan loyalitas. Oke mblo?