Capaian Olah Raga Kita Di 2017

Desember sudah mau habis nih. Eh enggak, 2017 udah mau selesai. Kamu sudah ngapain aja setahun ini? Ada resolusi yang udah tercapai? Atau ada yang belum? Atau belum semua? Haduuhhh… gini deh, udah punya gebetan belum situ? Hih! Di 2017 ini emang banyak banget hal yang sudah terjadi di dunia olahraga. Yang terakhir di Indonesia ada Tsunami Cup. Yang diikuti oleh banyak negara tetangga. Walaupun cukup diunggulkan, Indonesia sendiri hanya keluar sebagai runner-up. Ya gitu, padahal kan udah baru pelatihnya. Dari spanyol lagi. Yang katanya sudah berpengalaman. Kulaitasnya sudah teruji. Kemampuannya tak diragukan lagi. Eh, tapi….

ASEAN Games yang gaungnya semakin hari semakin syahdu juga kembali dihelat tahun ini. Dengan tuan rumah Malaysia, banyak hal-hal ‘unik’ terjadi di sini. Mulai dari walk outnya tim sepak takraw Indonesia sampai dengan ‘hanya’ sampainya Indonesia di semi-final kejuaraaan sepak bola U-22. Hasil yang terakhir ini sebeneranya cukup mengecewakan mengingat raihan sebelumnya sebagai juara bertahan. Makanya setelah itu, Indra Sjafri dicabut dari kursi pelatih. Ya walupun sekarang jadi petugas yang mencari-cari bakat terpendam sampai ke pelosok-pelosok, tetap saja bikin gregetan…

Di bulan ini sendiri juga ada beberapa kejadian menarik. Eh, tapi yang paling menyita publik sih tentang Piala Dunia. Ada tim yang padahal dari awal sangat diunggulkan. Bahkan sempat menjuarai Piala Dunia. Eh, tapi. Malah enggak lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 mendatang. Sudah tahu kan yak? Iya. Italia. Tim yang dipimpin oleh Buffon ini tidak akan berkiprah di Piala Dunia 2018 mendatang. Kekalahan 0-1 dari Swedia cukup memaksa para punggawa Italia harus gigit jari. Bangku tribun pun cukup nyaman untuk ditempati untuk mungkin selama delapan tahun ke depan sampai 2022 menjelang.

Ada juga sejarah baru dari penghargaan Ballon d’Or. Apreasiasi terhadap seluruh pemain sepak bola termasyhur ini dilaksanakan setiap tahun. Dan dari sepuluh tahun terakhir ini, hanya ada dua nama yang menjadi idola untuk meraih trofi bergengsi ini. Mereka adalah Lionel Messi dan juga Cristiano Ronaldo. Dua nama ini seakan telah dipertemukan dan dijodohkan untuk selalu mengisi podium Ballon d’Or. Setelah Messi mendahului dengan raihan 5 trofi. Tepat pada tahun ini, Ronaldo juga mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik di kancah sepak bola dunia. Mereka sama-sama mendapatkan predikat pemain terbaik sepanjang tahun sebanyak lima kali. Dan juga mereka menjadi runner-up sebanyak lima kali.

Dari Bulu Tangkis, ada banyak hal juga terjadi. Salah satunya All England 2017. Ini kejuaraan dianggap sebagai salah satu tolok ukur kemampuan atlet bulu tangkis. Indonesia kembali menyumbangkan medali emas dalam ajang tahunan ini. Tantowi/Lilyana kembali menegaskan bahwa mereka adalah ganda campuran terbaik di dunia. Hal menarik lainnya adalah pasangan baru Ahsan/Rian mampu menembus final walaupun harus membawa pulang medali perak.