Calon Calon Penghuni Bangku Kepelatihan Timnas U-19

“Roda akan terus berputar”, pepatah tersebut rasa-rasanya memang cocok dengan apa yang sedang dialami oleh PSSI. Tahun lalu, timnas senior dihebohkan dengan pencapaian fantastisnya. Yang walupun akhirnya harus berakhir hanya menjadi runner-up di Piala AFF. Padahal, kalo kalian masih pada inget, itu timnas senior lagi garang-garangnya. Pokoknya seru banget lah. Pertandingan-pertandingan awal itu seru banget. Memang agak tertatih juga sih di pertandingan grup. Tapi setelah itu, langsung bisa mulus. Di akhir kejuaraan, padahal di kandang udah menang 2-1 sama Thailand, eh pas main tandang, kalah 0-2. Ya jadinya ya ga menang. Yaudah, runner-up lagi. Kayak biasanya. Dan selama dua puluh tahun terakhir, Indonesia paling banter ya runner-up itu. Hemm…

Senasib dengan timnas seniornya, timnas U-23 Indonesia juga menelan banyak pil pahit dari setiap kejuaraan yang pernah diikuti. Dari tiga kali gelaran AFF, kejuaraan untuk wilayah ASEAN, timnas U-23 juga meraih posisi runner-up sebagai raihan terbaik. Ya setali tiga uang lah sama timnas senior. Sama aja. Padahal yak, pelatihnya udah gonta-ganti. Pemainnya juga. Apa gara-gara sering diganti itu yak? Tetapi, walaupun timnas senior dan juga U-23 memang belum bisa menyumbangkan banyak medali untuk Indonesia, timnas juniornya mampu membawa Garuda lebih tinggi. Di tahun 2013 kemarin, timnas U-19 sempat menjadi kampiun di kejuaraan AFF. Itu adalah pencapaian terbaik timnas selama mengikuti ajang AFF. Itu juara lho men. Setahun sesudahnya, timnas U-19 kembali ke ajang tahunan tersebut, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai dengan harapan. Setelah itu, pelatihnya mengundurkan diri. Indra Sjafri.

Belakangan, setelah sekitar satu tahun, kembali menangani timnas U-19, Indra Sjafri kembali harus melepas posisinya sebagai pelatih kepala. Berita ini begitu mendadak, mengingat dengan kepelatihannya, banyak pemain-pemain usia muda yang dapat dibina dan menorehkan hasil yang begitu baik. Tepat di tanggal 21 November 2017 kemarin, PSSI mengumumkan pemecatan Indra Sjafri. Dengan kabar ini, kursi pelatih menjadi lengang. Beberapa spekulasi mencuat karena memang PSSI belum memberi kabar tentang penggantinya. Padahal Piala Asia sudah di depan mata. Beberapa pelatih menjadi bagian dari spekulasi-spekulasi tersebut.

 

Wolfgang Pikal

Ini orang, enggak pernah enggak nongol di bangku pelatih. Sudah hampir satu dekade terakhir, orang ini selalu saja duduk di kursi pelatih. Padahal udah gonta-ganti pelatih, tapi tetep aja dia selalu ada. Setia banget ini orang emang. Itulah kenapa spekulasi tentang Wolfgang Pikal jadi pelatih penggantinya Indra Sjafri begitu santer terdengar.

 

Fakhri Husaini

Kalo yang satu ini emang udah enggak diragukan lagi kapasitasnya sebagai pelatih. Saat ini, dia sedang berposisi sebagai pelatih kepala di timnas U-16. Dari sini aja udah keliatan kalau memang kualitasnya sudah begitu baik. Timnas U-16 mampu di bawanya menjaurai beberapa kejuaraan. Di bawah kepelatihannya juga, banyak pemain yang kemudian direkrut di timnas U-19.

 

Rudi Eka Priyambada

Lisensi pelatih A AFC sudah dikantongi. Padahal dia masih berusia 34 tahun. Apa enggak jos tuh. Dia juga sempat mencicipi asisten pelatih di salah satu tim di Bahrain. Walaupun sempat dipromosikan menjadi pelatih utama, dia memilih kembali ke Indonesia. Bukan tidak mungkin, Rudi dipanggil oleh PSSI sebagai pelatih kepala Timnas U-19.