Basket Yang Sudah Uzur Di Mata Mereka

Menjelang momen pergantian tahun ini, banyak peristiwa mengagetkan terjadi. Mulai dari insiden tiang listrik sampai mantan pemain basket IBL yang menjadi korban pertunjukan sulap yang gagal. Edison Wardhana namanya. Dia adalah salah satu mantan punggawa senior di Garuda Muda. Posisinya adalah Shooting guard. Karirnya di basket tidaklah lama. Hanya sampai satu tahun. Salah satu alasannya adalah “Echon”, nama panggilannya, memiliki posisi yang memang banyak peminatnya. Banyak yang berposisi sama dengannya. Hal ini membuat dia kemudian memutuskan untuk menyudahi karirnya dalam dunia basket. Setelah dari bola basket, dia kemudian beralih ke beberapa pekerjaan. Salah satunya adalah komentator di IBL. Dan juga tim sulap Demian.

Kejadian tersebut menjadi salah satu trending topic di berbagai media, cetak maupun elektronik. Bukan cuma aksinya saja yang sebenarnya memang memiliki banyak kekurangan karena sebelumnya telah gagal memberikan hasil yang memuaskan di America’s Got Talent tetapi juga karena aksi tersebut sempat menyoroti dunia basket nasional. Echon, yang sebelumnya pernah mencicipi liga basket nasional, pada akhirnya harus memilih keluar. Ini menjadi sorotan karena memang liga basket di Indonesia belum bisa seperti liga-liga olahraga lain. Banyak pemain yang akhirnya memilih hengkang dan menekuni pekerjaan yang lain di luar bola basket. Ya karena memang dari basket, dia tidak bisa menggantungkan hidupnya. Dalam sejarahnya, ada beberapa pemain basket yang memilih pensiun dini dan memilih menjalani karir di bidang lain.

 

Toni Sugiharto

Pemain yang satu ini memiliki kualitas yang cukup mumpuni di dunia basket. Pemain yang berposisi sebagai center ini telah mengalami suka duka menjadi pemain liga basket profesional di Indonesia selama tujuh musim. Dimulai dari tahun 2009, ketika itu dia masih begitu muda dan bersemangat untuk menjadi pemain liga profesional. Memulai kiprahnya sebagai pemain basket profesional di Hangtuah Sumsel dan sampai sekarang diganti dengan Indonesia Muda, dia memutuskan untuk berhenti di usia 26 tahun. Salah satu hal yang membuatnya berhenti adalah selama tujuh musim karir profesionalnya menjadi pemain basket, Toni merasa Liga basket di Indonesia belum bisa menjamin kehidupannya.

 

Dimas Muhari

CLS knights sudah merasakan jasanya. Setelah upaya untuk berkarir di dunia basket nasional tak pernah padam, dia tidak lagi memilih pemain basket menjadi tumpuan hidupnya. Coach. Perannya yang baru. Basket masih dunianya, tetapi posisinya yang berbeda. Dengan target anak berusia 7-11 tahun, dia lebih menikmati dan punya banyak waktu luang di usianya yang masih menginjak 32 tahun ini. Dimana usia tersebut masih terlalu dini untuk gantung sepatu di dunia basket.

 

Ary Chandra

Setelah mengarungi bahtera liga Profesional Indonesia atau lebih familiar dengan nama IBL selama sembilan tahun, Ary Chandra memutuskan untuk meninggalkan dunia basket. Sederet prestasi telah ia raih mulai dari pemain terbaik, MVP, sampai jadi pencetak skor terbanyak. Pemain yang hanya membela Hangtuah Sumsel dan juga Pelita Jaya ini juga ingin mencoba dunia lain selain basket di usia 31nya ini.