Mengenal Tutut, Penghuni Lumpur Yang Kaya Protein

Beberapa hari yang lalu, menteri pertanian, Andi Amran menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi keong sawah (tutut) sebagai pengganti daging sapi, karena harganya yang mulai mahal. Tutut bukan merupakan makanan baru di Indonesia. Anak-anak jaman dulu sembari bermain-main di sawah, mereka mengumpulkan tutut untuk dimasak sebagai cemilan. Terlebih pada musim hujan, jumlah tutut yang berlimpah semain mudah ditemukan.

Tutut memiliki tekstur daging yang kenyal dan berserat seperti jamur, dan memiliki rasa manis seperti kerang. Tutut juga diklaim memiliki kandungan protein yang tinggi, Mentan bahkan mengungkapkan bahwa kandungan protein tutut sama dengan daging sapi. Benarkah demikian?

Kandungan protein dalam tutut memang tinggi, sebesar 12 gram tiap 100 gramnya. Namun jika dibandingkan dengan daging sapi, terdapat selisih 6,8 gram dimana protein pada daging sapi lebih tinggi. Jumlah kandungan protein dalam tutut justru hampir sama dengan telur ayam, untuk takaran porsi yang sama.

Namun, apakah mengonsumsi tutut aman untuk kesehatan? Tutut merupakan jenis hewan yang hidup di air tawar pada lokasi dangkal dan cenderung berlumpur. Lokasi yang demikian membuat tutut menjadi media berkembang biak dan tempat tinggal cacing serta binatang parasit lainnya. Untuk mengatasinya dan mencegah cacing itu masuk dan menyerang tubuh kita, lakukan teknik memasak yang tepat berikut ini :

  1. Cuci tutut beberapa kali dengan air mengalir
  2. Rendam dengan air garam dan sedikit perasan lemon selama 5 menit
  3. Rebus tutut pada titik didih 100 derajat celcius, untuk membunuh pertumbuhan dan perkembangbiakan telur beserta cacingnya.
  4. Kalian bisa mengolahnya sesuai selera, dengan cara digoreng atau ditumis.

Tahapan pengolahan ini perlu diperhatikan, karena jika tidak, dapat menimbulkan penyakit cacingan dan meningitis. Selain itu, tutut sering menimbulkan reaksi alergi bagi sebagian orang. Konsumsilah keong sawang secukupnya, dan jangan lupa tambahkan menu lainĀ  dengan gizi seimbang seperti sayuran hijau, tempe, telur, dan jenis ikan. Menyantap daging tutut secara berlebihan dapat menyebabkan perut mual, sensai tidak nyaman di ulu hati dan muntah muntah.