Gurihnya Sayur Bersantan Yang Dipanaskan

Santan memang dikenal sebagai bumbu dapur favorit ibu-ibu, karena dapat membuat sajian menjadi lebih lezat. Santan juga merupakan suplai lemak nabati dalam tubuh dan mengandung asam laurat yang penting untuk otak. Coba tengok kuliner nusantara yang menggunakan santan sebagai bahan masakannya, seperti soto betawi, gulai, lodho, rendang, gudeg, dan semacamnya. Sudah pasti makanan-makanan itu terkenal dengan kelezatannya.

Nah, ketika memasak sayur bersantan di rumah, biasanya ibu-ibu sengaja memasaknya dalam porsi besar. Tujuannya adalah memang untuk dipanaskan kembali. Memanaskan kembali sayur bersantan di Jawa Timur, dikenal dengan sebutan blendrang. Sayur bersantan memang lezat apalagi jika dimasak dengan bumbu yang tepat. Namun ketika dipanaskan kembali, rasa yang keluar akan semakin “nendang”. Biasanya jenis sayur yang digunakan ialah sayur nangka muda, kacang panjang, rebung, dan kluwih. Selain menghindari mubazir, sayur santan akan menghasilkan rasa yang semakin gurih seiring dengan semakin seringnya dipanaskan.

Kegiatan memanaskan sayur hingga berulang kali memang akan mengurangi, menghilangkan atau malah mengubah nilai gizi pada makanan tersebut. Hampir semua orang yang melakukan kegiatan itu pun yang menyantapnya tau dampak yang ditimbulkan jika terlalu sering mengonsumsi blendrang, salah satunya yaitu meningkatkan kadar kolesterol. Namun sensasi rasa lezat dari blendrang nampaknya tak bisa dibendung. Apa yang membuatnya demikian?

Santan kelapa mengandung protein dan gula. Saat dipanaskan kembali kadar air dalam santan akan berkurang, dan saat itulah terjadi reaksi Maillard atau browning. Reaksi ini berlangsung saat makanan bersantan dipanaskan dengan suhu 154 derajat celcius. Saat proses itu terjadi, protein akan bereaksi dengan gula dan membentuk molekul-molekul kecil yang sedap rasanya. Santan mengandung senyawa nonilmetilketon yang akan menimbulkan wangi setelah dipanaskan dengan suhu tinggi. Itulah yang kemudian membuat makanan bersantan yang dipanaskan kembali akan terasa lebih gurih.

Mengonsumsi makanan ini memang terasa lezat, namun ada baiknya untuk mulai mengurangi dan membatasi konsumsinya. Kandungan lemak pada santan yang dipanaskan berulang kali akan berubah menjadi jenis lemak yang kurang menguntungkan bagi kesehatan itu. Gunakan metode mengukus saat memanaskan ulang makanan yang dinilai lebih sehat dibanding metode lain.