5 Makanan Pengganti Nasi, Penting Untuk Kamu Ketahui

Masyarakat indonesia cenderung memiliki prinsip bahwa makan itu berarti menyantap nasi. Ini berkaitan dengan sensasi rasa kenyang yang muncul setelah menyantap nasi. Nasi juga termasuk makanan dengan kandungan nutrisi yang komplit seperti protein, lemak dan karbohidrat. Manfaat nasi sangat banyak, sebanyak yang kita santap setiap harinya. Berikut diantaranya :

  • serat pada nasi berfungsi untuk melancarkan saluran pencernaan dan mengatasi gangguan pencernaan seperti diare dan radang usus besar
  • kandungan asam amino dalam nasi berguna untuk meningkatkan pertumbuhan masa otot
  • mempercepat pembentukan urin
  • kandungan zat gizi thiamin bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kognitif.

Namun demikian, besarnya akan kandungan karbohidrat dan tingginya kadar glikemik pada nasi ternyata cukup beresiko bagi kesehatan, terutama ketika dikonsumsi terlalu banyak setiap harinya. Indeks glikemik adalah ukuran kecepatan makanan diserap menjadi gula darah. Indeks glikemik suatu bahan makanan dikatakan cukup tinggi jika nilainya ≥ 70, sementara nilai glikemik nasi mencapai  88 – 89. Itu artinya, semakin banyak seseorang mengkonsumsi nasi, semakin tinggi pula kadar gula darah seseorang, karena karbohidrat dalam nasi langsung diubah menjadi gula dalam tubuh. Hal ini berisiko menimbulkan berbagai penyakit berat, seperti diabetes, kolesterol tinggi dan obesitas.

Beberapa makanan di bawah ini bisa konsumsi sebagai pengganti nasi dengan jumlah nutrisi setara atau bahkan lebih dibanding nasi namun dengan kadar glikemik lebih rendah. Selain itu, makanan-makanan ini lebih murah dan mudah ditemukan di Indonesia, beberapa diantaranya bahkan sering dianggap sebagai tumbuhan liar.

  1. Singkong

Singkong telah dikonsumsi masyarakat indonesia sejak dulu. Kandungan seratnya yang yinggi dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida. Kadar glikemik dalam singkong juga cukup rendah, yaitu < 55

  1. Ubi jalar

Ubi jalar  pernah dinobatkan sebagai makanan dengan kandungan nutrisi terbanyak dalam kelompok sayur-sayuran. Kandungan vitamin A dan vitamin C  dalam ubi jalar cukup tinggi, bahkan kandungan vitamin C-nya dapat memenuhi sampai 61% kebutuhan harian tubuh. Ubi jalar mudah dicerna dan kandungan seratnya yang tinggi dapat mencegah sembelit dan cocok untuk menjaga berat badan. Kadar glikemik dalam ubi jalar juga rendah, dibawah 54.

  1. Gembili

Gembili memiliki tekstur mirip ubi rambat dengan rasa yang lebih manis daripada ubi madu. Kandungan inulin dalam gembili dapat membantu meningkatkan kerjas usus dalam membuang sisa makanan, produksi vitamin B dan meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh.

  1. Ganyong

Ganyong kini semakin sulit ditemukan, hal ini karena beberapa orang menganggapnya sebagai tumbuhan liar. Padahal kandungan kandungan kalsium dan fosfor dalam ganyong dapat berfungsi untuk mengatasi masalah gizi buruk pada balita. Ganyong juga bermanfaat menyembuhkan beberapa penyakit seperti pereda demam, peluruh kencing, penenang dan menurunkan tekanan darah. Kadar glikemik dalam ganyong tergolong sedang, yakni 65.

  1. Sukun

Sukun termasuk dalam jenis buah-buahan namun dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Kandungan karbohidrat dan protein dalam sukun lebih tinggi dibanding ubi jalar atau kentang, dengan tingkat kalori lebih rendah dibanding beras. Sukun juga mengandung senyawa flavonoid yang berguna untuk kesehatan jantung dan ginjal.