LIMA PRILAKU GAMER YANG PALING TIDAK DISUKAI

Bermain game adalah salah satu untuk mencari kesenangan. Namun kesenangan itu mesti ternodai dengan amarah atau kebencian karena bermain game tertentu. Sebab dalam game juga terdiri dari banyak gamer dan itu dari berbagai usia yang tentu tingkat kedewasaannya berbeda. Hal ini tentu saja mempengaruhi permainan dalam memainkan game. Perilaku-perilaku tersebut sering kali menjengkelkan dan merugikan banyak pihak. Tentu saja hal ini bikin jengkel dan risih dalam pergamean. Ini beberapa perilaku gamer lokal yang sangat dibenci:

Cheating atau curang

Tentu saja tidak dibolehkan meskipun hanya bermain game online, selain merupakan sifat jelek, curang pastinya sangat meresahkan gamer online lainnya, meskipun terkadang, tujuannya adalah untuk mempercepat agar levelnya cepat meningkat namun hal itu tetap saja tidak dibenarkan. Jika anda tetap melakukan kecurangan terutama saat bermain fps atau mmo, nikmatilah sumpah serapah dari gamer seluruh dunia. Bisa jadi anda tidak akan dipercaya dalam satu tim pergamean.

Flamming

Meski bisa digunakan untuk memecah belah umat pergamean dalam satu tim musuh, tentu saja tetap terkesan negatif, meskipun hal itu bisa dibilang sebagai taktik ataupun strategi untuk menang, tetap saja flamming menjadi negatif karena ada unsur kelicikan di dalamnya. Apalagi, daiam flammingnya berbau sara. Jika tetap berbau sara, bisa dipastikan akun tersebut di laporkan pada mahkamah pergamean agar akun tersebut mendapat hukuman ataupun dinonaktifkan.

Merasa paling hebat

Ini tentunya sangat berbahaya, karena merasa dirinya paling hebat, bisa jadi ujub dan riya ketika bisa memenangkan pertandingan dalam game. Selain riya, bisa jadi gamer itu sombong, meskipun itu terkadang merupakan kemenangan pertamanya. Kan tentu saja sangat menjengkelkan. Merasa paling hebat sendiri. Seakan tidak percaya pada orang lain dalam timnya. Orang seperti ini semestinya segera didepak dari tim gamer. Biar tidak lagi mendapatkan tim. Biar tahu rasa bermain sendirian tanpa tim.

Selain hal itu diatas, gamer lokal masih suka gratisan, padahal membutuhkan beberapa items atau komponen-komponen dalam gamer harus dibeli sebagaimana mestinya, sebenarnya dengan membeli items-items itu, juga bisa meningkatkan industri game dalam negeri. Selain ingin yang gratis, juga ingin yang bebas iklan. Ada pula yang suka game bajakan. Hal ini tentu saja sangat memalukan gamer lain. Alangkah baiknya, ada restart ulang pola berpikir anda dalam game jika masih hendak seperti itu, gratis ataupun bajakan. Atau anda boleh mencoba game tradisional.