MITOS-MITOS DI JOGJA YANG CUKUP KAMU TAHU

Sebagai kota pelajar dan budaya, Yogyakarta tentu menyimpan banyak cerita. Terutama cerita lisan yang berkembang turun temurun dan menyebar sehingga sulit ditentukan kebenarannya dengan akal sehat. Seringkali kita mneyebutnya mitos. Namun sebagaimana mitos kebanyakan, selalu saja bertentangan dengan nalar. Namun hal ini menarik cukup untuk diketahui saja.

 

  1. Melewati dua pohon beringin di Alun-Alun Kidul dengan mata tertutup.

Hampir setiap malam selalu saja ada orang yang mencoba hal ini. Menutup matanya dan kemudian berjalan dari tepi alun-alun dan diharuskan bisa melewati kedua pohon beringin tepat melewatinya. Mitosnya adalah, orang yang bisa melakukan hal ini hanyalah orang-orang yang memiliki hati dan pikiran yang bersih. Karena orang yang pikirannya jelek akan kebingungan dan gagal karena langkahnya akan belok menjauh dari pohon beringin tanpa sadar. Selain itu juga ada yang percaya bahwa jika berhasil melewatinya dengan mata tertutup, maka segala keinginan akan terwujud. Ini sangat menarik untuk dicoba ketika berkunjung ke Yogyakarta.

 

  1. Pakaian hijau ketika berkunjung ke pantai selatan Yogyakarta

Cerita yang berkembang adalah ketika bermain air di pantai selatan dengan menggunakan pakaian berwarna hijau, maka akan terseret ganasnya ombak pantai selatan. Hal ini berkaitan dengan Nyi Roro Kidul yang dieprcaya sebagai penguasa pantai selatan. Konon, jika kita bermain air atau berenang dengan mengenakan pakaian hijau, ombak yang datang akan menjadi lebih besar dan berpotensi menarikmu ke tengah laut. Masyarakat sekitar percaya jika orang yang terseret ombak ke tengah laut akan dijadikan sebagai budak sang ratu. Cukup bikin keki ya.

Meskipun tidak bisa dibuktikan secara ilmiah ataupun nalar, mungkin jawaban Tim SAR penjaga pantai ini cukup masuk akal. Kenapa dilarang menggunakan baju hijau, karena warnanya akan sama dengan air laut, sehingga susah untuk dipantau keselamatannya.

 

  1. Pasar tempat berkumpulnya jin.

Cerita ini cukup kuat ketika hendak mendaki gunung Merapi nih. Namanya yaitu Pasar Bubrah, pasar tempat berkumpulnya jin. Warga sekitar Merapi percaya ada mahluk lain yang menguhuni area merapi selain manusia dan juga tumbuhan. Sekalipun disebut pasar, tapi tempat tersebut konon berupa daerah yang luas terdiri bebatuan dan pohon terletak tepat di bawah kaki Gunung Merapi.

Kepercayaan masyarakat mengakui keangkeran daerah tersebut, konon batu-batu yang berserakan di Pasar Bubarh sering dianggap sebagai kursi dan warung bagi para mahluk halus itu. Dikisahkan pula bahwa tempat yang dianggap sebagai pasar besar ini akan ramai setiap malam Jumat, sehingga tidak mengherankan jika kamu dapat mendengar keramaian layaknya pasar malam lengkap dengan alunan suara gamelan dari sini,  Menurut pengakuan para pendaki yang bermalam di tempat ini, tak jarang mereka sering diganggu oleh mahluk tak kasat mata.

 

Setidaknya ini adalah tiga mitos yang begitu populer di Yogyakarta yang wajib kamu tahu.