Gladiator

Inilho 10 Olahraga Kuno Yang Ekstrim!

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang menyenangkan dan menyehatkan. Melalui olahraga, tubuh dan jiwa kita dapat menjadi sehat. Kita tentu pernah melakukan berbagai jenis olahraga, Baik olahraga yang menggunakan alat bantu maupun tidak. Olahraga juga dapat dijadikan sebuah sarana untuk melatih sportivitas dan kreativitas. Namun tahukah Anda bahwa ternyata olahraga kuno zaman dahulu itu terkenal unik dan ekstrim? Inilah 10 olahraga kuno yang unik dan ekstrim.

Mesoamerican Ball Game
Mesoamerican Ball Game

Mesoamerican Ball Game

Olahraga yang satu ini termasuk salah satu olahraga yang mengerikan. Olahraga ini menggunakan bola sebagai sarana bermain. Akan tetapi, bola yang digunakan bukan sembarang bola. Bola yang digunakan cukup berat bahkan berpotensi untuk mencederai pemain. Pada beberapa kasus pemain Mesoamerican ball game ini ada sampai ada yang meninggal dunia.
Salah satu aturan dalam olahraga ini yaitu pemain harus memukul bola atau mengarahkan bola dengan menggunakan pinggulnya. Olahraga ini dianggap sakral karena dilambangkan sebagai pertarungan antara dewa dengan iblis.

Naumachia
Naumachia

Naumachia

Naumachia adalah salah satu olahraga favorit bangsa Romawi kuno. Prinsip dari olahraga ini sebenarnya adalah peperangan. Terdapat dua kapal dimana mereka saling menyerang satu sama lain. Parahnya, permainan hanya dapat diberhentikan dan dianggap selesai apabila salah satu pemain dari kapal musuh hancur.

Cuju
Cuju

Cuju

Cuju adalah sebuah cabang olahraga kuno dari China. Cuju memiliki cara bertanding dan permainan yang mirip dengan sepak bola. Cuju sendiri digadang-gadang sebagai pelopor olahraga sepak bola tertua di dunia.
Keberadaan olahraga Cuju tercatat sudah sejak 2000 tahun yang lalu. Popularitasnya memuncak pada masa kepemerintahan Tang (618-907) dan Dinasti Song (960 – 1279). Akan tetapi, terdapat beberapa perbedaan cara bermain Cuju dengan sepak bola modrn saat ini. Jika sepak bola modern akan menganggap gol jika bola masuk ke gawang lawan yang menapak di tanah, tidak demikian dengan Cuju.
Gawang Cuju tergolong unik karena jaring-jaring gawang tidak menapak di atas tanah. Bahkan tinggi gawang Cuju hampir menyerupai tiang basket. Pemain harus menendang bola tinggi-tinggi supaya dapat mencetak skor.

kalaripayattu
kalaripayattu

Kalaripayattu

Kalaripayattu merupakan salah satu cabang olahraga seni dan beladiri asal India. Olahraga ini mirip dengan Judo. Kalaripayattu sendiri dibawa oleh pemuka – pemuka agama Budha. Para biksu membawa Kalaripayattu sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran agama Budha.

Gladiator Combat

Gladiator
Gladiator

Jika mendengar kata gladiator, tentu hal pertama yang terbayang di benak kita adalah pertarungan sengit yang populer pada era Romawi kuno. Gladiator disebut-sebut sebagai olahraga paling brutal sepanjang abad. Pada awalnya, pertandingan gladiator dilakukan sebagai ritual mempersembahkan darah di area pemakaman raja-raja. Akan tetapi, lama kelamaan gladiator dijadikan sebagai ajang kompetisi.
Pertandingan gladiator rata-rata berlangsung dalam kurun waktu 10-15 menit. Bahkan petarung gladiator di era itu dididik dan dilatih disebuah sekolah khusus. Hingga akhirnya raja-raja menggunakan petarung gladiator sebagai tentara untuk melindungi mereka.

Camel Jumping

camel jumping
Camel Jumping

Anda tentu akan heran mendengar olahraga yang satu ini. Ya, camel jumping. Olahraga ini dipraktekkan oleh Suku Zaraniq di Yaman. Olahraga yang dilakukan pun cenderung aneh. Partisipan harus berusaha sebaik mungkin untuk dapat melompat lebih banyak daripada yang dilakukan oleh unta.

Chinlone

Chinlone
Chinlone

Chinlone adalah salah satu olahraga tradisional khas negara Myanmar. Olahraga chinlone menggunakan bola sebagai alat permainan. Berbeda dengan olahraga lainnya, chinlone termasuk olahraga non kompetisi yang tidak dipertandingkan. Olahraga chinlone sendiri dimainkan untuk melatih kerja sama dan kekompakan.
Melakukan olahraga chinlone cukup unik dan sangat mudah dilakukan. Pada umumnya, satu regu terdiri dari enam pemain dan berbentuk lingkaran. Satu pemain diletakkan ditengah lingkaran sebagai pusat dan melakukan tarian. Pemain yang membentuk lingkaran harus mampu menendang bola dengan kaki, lutut, dan kepala. Jika bola terjatuh di tanah, maka permainan berakhir atau diulang kembali.

Tug of Hoop

Tug of Hoop
Tug of Hoop

Seperti kita ketahui bersama bahwa Mesir adalah salah satu negara cikal bakal pusat peradaban di dunia. Begitu pula dengan olahraga yang akrab kita jumpai saat ini. Sebut saja marathon, senam, memancing, dan memanah yang merupakan cabang olahraga yang sudah ada di zaman Mesir kuno.
Tug of hoop dimainkan oleh dua orang pemain. Masing-masing peman tersambung oleh sebuah tali yang saling berhubungan dengan lingkaran di bagian tengahnya. Kedua pemain tersebut harus saling tarik menarik. Pemain yang memenangkan pertandingan adalah pemain yang dapat menarik lawan hingga terjatuh.

Sumo

Sumo
Sumo

Sumo adalah salah satu olahraga unik di dunia yang berasal dari Jepang. Olahraga gulat sumo sempat tertidur selama 1500 tahun dan akhirnya dipertandingkan kembali oleh kekaisaran Jepang. Selama perjalanannya, sumo telah beberapa kali mengalami perubahan baik dalam ritual hingga aturan-aturan dalam pertandingan.
Meski sempat tertidur lama, Sumo dipertandingkan kembali dan disahkan menjadi olahraga yang profesional pada tahun 1600-1868.Cara bermain olahraga gulat sumo sangat mudah. Pesumo (rikishi) hanya perlu mendorong lawan hingga terdorong keluar dari lingkaran. Atau menjatuhkan bagian badan lawan selain telapak kaki.
Pegulat sumo juga mempunyai ciri khas berbadan gemuk. Semakin gemuk badan seorang pesumo, maka semakin besar pula kemungkinannya untuk menang. Bagi Anda yang bertubuh gemuk, Anda mungkin dapat mencoba olahraga ini. Berolahraga tidak melulu bagi mereka yang bertubuh langsing bukan?

Fahombo

Fahombo
Fahombo

Fahombo atau yang sering kita dengar dengan sebutan ‘lompat batu Nias’ adalah salah satu olahraga tradisional khas Indonesia yang perlu dilestarikan. Fahombo oleh masyarakat Nias disebut juga dengan Hombo Batu.
Anak laki-laki Nias wajib untuk mengikuti tradisi lompat batu atau Fahombo jika ingin diakui status kedewasaannya. Sejak berusia 10 tahun, anak laki-laki di Nias dipersiapkan sedini mungkin supaya dapat melewati tradisi fahombo dengan sukses.
Bangunan yang harus dilompati yaitu berupa tugu atau monumen yang terbuat dari batu yang tingginya tidak kurang dari dua meter. Sedangkan panjang dan lebarnya masing-masing adalah 90 cm dan 60 cm. Melakukan fahombo diperlukan persiapan yang matang dan teknik khusus yang tidak main-main. Hal ini dilakukan agar para anak laki-laki tersebut tidak mengalami cedera.