Album“Lintas Waktu” Danilla Riyadi

Photo: Courtesy of Danilla

Setelah sukses merilis album “Telisik” pada tahun 2014, Danilla Riyadi akhirnya kini kembali merilis album penuh keduanya berjudul “Lintasan Waktu” yang diproduseri oleh dirinya bersama Lafa Pramoto dan Aldi Nada Permana dari Ruang Waktu Music Lab pada 31 Agustus lalu. Danilla pun menjelaskan alasan kenapa ia baru merilis album keduanya pada tahun 2017 ini. Selain dari sisi ke-perfeksionisannya juga biaya penggarapan album pun menjadi alasan lain kenapa album ini baru dirilis.

Dirinya mengatakan bahwa persiapan album ini kurang lebih memakan waktu 2 tahun, dianggap lama karena komposisi dari keinginanya itu cukup rumit. Selai itu, faktor sistem pengerjaan dan menggunakan uang pribadi pada penggarapanya juga cukup membuat lama. Ia mengatakan bahwa album “Lintasan Waktu” ini memiliki sebuah konsep tentang cerita dari sifat-sifat buruk yang dialami pribadinya di masa lalu, kebimbangan dan juga kesedihanya. Lintasan Waktu berisikan 10 track yang dirilis oleh Ruang Waktu Music Lab bekerjasama dengan Demajors. Kini album tersebut sudah bisa dinikmati di sejumlah platform digital seperti Spotify, iTunes, dan sebagainya. Lagu berjudul “Aaa” adalah single pertamanya yang sengaja dilakukan sambil menunggu rilisan berbentuk fisik seperti CD yang sedang dalam proses pengerjaan. Danilla juga mempersiapkan kejutan kepada para fans dengan membuat rilisan dalam bentuk boxset yang terbatas.

Dalam penggarapanya, jajaran musisi “indie” tanah air yang juga turut bekerja sama dalam album ini diantaranya seperti Dimas Pradipta dan Edward Manurung yang tak diragukan lagi dengan instrumen drum. Christ Stanley yang menjadi pianis Danilla di atas panggung pun juga turut memberikan kontribusi seperti dentingan piano di sejumlah lagu. Danilla sendiri sebagian besar memainkan instrumen synthesizer di sejumlah lagunya, Lafa Pratomo yang selalu setia menjadi andalan Danilla memainkan gitarnya, juga Danilla membawa Gallang Perdhana (Danilla, Sarasvati) dan Petrus Bayu Prabowo (Mondo Gascaro, The Monophones) untuk turut mengisi pada instrumen bass. Tak hanya itu, turut mengajak Rd. Moch Sigit Agung Pramudita dari Tigapagi untuk berkolaborasi bersama dalam lagu “Entah Ingin Ke Mana”. Serta mengajak Eunice Nuh sebagai iluslator dari sampul album untuk mendukung dari sisi visual album.

Danilla sendiri juga mengatakan bahwa ia tidak terlalu peduli apakah nanti album ini akan menuai sukses besar atau tidak. Namun begitu, Danilla tetap memilih untuk berfikir positif dengan semua materi baru yang ia tawarkan pada penikmat musiknya melalui album “Lintasan Waktu”.