Ritual Unik Suku Dayak

Beruntung sekali Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Salah satunya adalah adat istiadat suku Dayak yang menjadi salah satu pemikat wisatawan baik dalam negeri atau mancanegara  untuk datang. Budaya suku Dayak terkenal sangat unik dan tentu saja beda, dan identik dengan dunia supranatural. Dan asyiknya lagi, budaya tersebut masih dipertahankan sampai saat ini. Beberapa adat yang sangat unik adalah berhubungan dengan alam lain, yaitu dengan cara memanggil roh para leluhur. Penasaran bukan, yuk simak beberapa ritual menarik suku Dayak:

  1. Upacara Tariu

Dilakukan oleh seorang panglima suku Dayak yang untuk memulai peperangan dengan cara memanggil roh para leluhur. Pada ritualnya, sang panglima akan mengirimkan “mangkok merah” sebagai tanda akan dimulainya sebuah peperangan. Mangkok merah ini akan dikirimkan ke kampung-kampung jika sang panglima merasa sukunya sedang terancam bahaya besar. Dalam ritualnya, sang panglimaakan dirasuki roh leluhur yang akan memberinya kekuatan besar. Sedangkan untuk pasukan perangnya, yang mendengar mantra-mantra yang dilantunkan ketika ritual berlangsung, akan kerasukan dan mendapatkan kekuatan yang sama hebatnya dan menjadi sakti. Sedangkan yang jiwanya goyah dan ragu akan langsung jatuh sakit atau menjadi gila. Menurut cerita yang beredar, ritual ini baru terjadi beberapa kali, salah satunya ketika zaman penjajahan Jepang dulu.

  1. Upacara Manajah Antang

Ritual yang dilakukan ketika sedang menghadapi peperangan. Suku Dayak akan melakukan upacara ini guna mencari petunjuk dimana keberadaan musuh yang pandai sekali berstrategi. Dalam upacara ini juga meminta bantuah roh leluhur dengan menggunakan burung Antang. Setelah itu si burung akan memberitahukan dimana musuh berada. Selain itu juga, upacara ini bisa juga dilakukan guna mencari petunjuk jalan.

  1. Upacara Tiwah

Upacara yang dilakukan untuk mengantar tulang belulang suku Dayak yang sudah meninggal. Dalam upacara ini, akan banyak sekali ritual, tari-taruan dan bebunyian dari alat-alat musik tradisional khas Dayak. Maksud dari ritual ini adalah mengantar tulang belulang orang yang sudah meninggal kepada roh leluhur, agar bisa dijaga di alam sana. Setelah ritual selesai, tulang belulang itu akan diletakkan di sebuah rumah kecil yang dibuat khusus untuk orang meninggal, atau biasa disebut sandung. Upacara ini sangat sakral dengan diiringi musik tradisional yang begitu khusyuk.