PERANG NASI DI NGAWI!!!

Dari namanya saja unik. Perang nasi, biasanya kan dimakan, ini kok malah dibuat perang. Ya, memang ada perang nasi yang dilakukan oleh ratusan warga Dusun Tambakselo, Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur. Mereka akan berkumpul di suatu tempat yang sudah dipersiapkan dan yang mereka lakukan adalah perang nasi, saling melempar nasi yang mereka bawa.

Unik, ya? Jangan salah sangka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ritual wujud syukur atas melimpahnya hasil panen. Dan ritual ini dilakukan setiap satu tahun sekali. Prosesi ini adalah turun temurun dari nenek moyang sejak dahulu kala. Jadi, setiap kepala keluarga diharuskan membawa nasi yang dibugkus dengan daun jati dan pisang. Lalu, nasi tersebut dikumpulkan hingga membentuk sebuah gunungan nasin yang banyak dan menjulang.

Setelah membentuk gunungan nasi, pemuka agama melantunkan doa-doa dan wujud syukur kepada Sang Maha Esa. Setelah doa selesai, sebagian nasi dimakan serta dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu, dan sebagiannya lagi digunakan untuk bahan perang. Para warga yang datang dengan bebas saling melempar nasi dan
juga saling menghindar. Boleh melempar siapapun dan mengenai siapapun, dan yang asyiknya hal ini dilakukan dengan suka cita tanpa ada marah atau dendam bagi yang terkena timpukan nasi itu.

Yang mengikuti perang nasi ini lengkap, mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak. Pria dan wanita bercampur jadi satu di lokasi. Mereka saling lempar dan saling menghindar. Mereka juga saling berlompatan. Beberapa diantaranya bahkan ada yang terjatuh. Seusai berperang, sebagian warga memunguti sisa nasi yang masih bisa diselamatkan dan kemudian dimakan.

Pada awal ceritanya, sebenarnya perang nasi ini adalah ritual nadran, atau bersih desa. Namun seiring berjalannya waktu, perang nasi ini menjadi inti ritual ini. Yang menarik lagi dari perang nasi ini adalah para ibu-ibu yang berusaha menyelamatkan nasi sisa peperangan dan kemudian dimakan. Karena bagi mereka meyakini bahwa nasi sisa perang ini memiliki keberkahan tersendiri jika dimakan. Tentu saja, menyia-nyiakan makanan juge merupakan pantangan bagi para pertani seperti mereka. Menarik sekali ya.