Aneka Kesenian Indramayu

Salah satu kekayaan budaya indonesia yang beragam itu berada di Jawa Barat, atau lebih tepatnya di Indramayu. Kabupaten ini berada di jalur pantai utara atau biasa disebut dengan Pantura. Selain berada di jalur Pantura, Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang berada di antara dua kesukuan yaitu, jawa dan sunda. Dari dua suku tersebut menghasilkan penduduk khas Indramayu yang tidak Sunda dan tidak pula Jawa. Inilah karakter indramayu. Bercampurnya dua suku tersebut menghasilkan akulturasai kesenian kebudayaan yang sangat khas untuk Indramayu.

Sebagai kabupaten yang terkenal sebagai Kota Mangga, juga memiliki bergam kesenian dan kebudayaan. Akan tetapi, berbagai jenis seni dan budaya indramayu ini masih jarang diketahui. Oleh karena itu, mari kita simak kesenian-kesenian yang ada di kabupaten Indramayu yang jarang diketahui oleh berbagai kalangan padahal seharusnya kesenian tersebut dilestarikan sebagai aset kebudayaan.

  1. Tari Topeng

Pada tahun 2010, Indramayu berduka dengan kepergian Mimi Rasinah, Sang Maestro Tari Topeng, pada bulan Agustus. Namun tari topeng tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. Tari topeng ini juga bisa dikatakan berasal dari Cirebon (kacirebonan). Disebut Tari Topeng karena penarinya yang bertopeng. Tari topeng ini bagian dari beberapa tarian yang di tatar Parahyanan. Tubuh dan tangan yang gemulai menjadi tanda atas kekhasan tari topeng indramayu ini, bunyi kendang dan rebab adalah karakter musik pengiring tari topeng tersebut. Dalam perjalanannya Tari Topeng dibumbui beragam cerita sehingga mengalami perkembangan cerita atau gerakan tanpa meninggalkan karakter utama. Banyaknya remaja dan orang tua untuk belajar Tari Topeng menjadi tanda bahwa di dalam dirinya masih tersimpan jiwa-jiwa seni, insan budaya untuk melestarikan kesenian. Remaja/orang tua tersebut belajar di sanggar-sanggar yang mengembangkan kesenian indramayu yang salah satunya adalah sanggar milik Mimih Rasinah. Dia adalah maestro Tari Topeng.

  1. Mapang Dewi Sri

Kesenian Mapang Dewi Sri ini selain sebagai aset kebudayaan, juga merupakan bagian ritual masyarakat indramyu dalam berhubungan dengan alam rayanya. Mapang Dewi Sri ini sebagai bentuk syukur masyarakat atas panen raya alam yang sangat melimpah. Menurut ceritanya, pada tahun 1970-an, masyarakat indramayu tidak melaksanakan ritual Mapang Dewi Sri, hal itu dikarenakan panen yang tidak seberapa, akibat dari tidak melakukan ritual ini, banyak masyarakat yang sakit, sehingga sejak itu Mapang Dewi menjadi ritual yang wajib diadakan demi keselamatan masyarakat dan mensyukuri hasil panen apapun hasilnya.

2. Sintren

Sintren ini dikenal luas di kalangan pesisir masyarakat pantai utara jawa tengah hingga jawa barat. Bisa dikatakan juga sebagai kesenian berbasis pesisiran. kesenian juga dikenal dengan sebutan Lais. Kesenian ini cukup sakral dan hanya dipentaskan di acara-acara khusus saja. Meskipun cukup sakral, Kesenian Sintren masih sangat diminati untuk dilestarikan.

Selain dilestarikan sebagai aset kesenian yang berfungsi sebagai hiburan, seni ini juga difungsikan untuk mencari nafkah para pelakunya. Sehingga terjadi kesinambungan yang berkelanjutan.

sumber foto: https://goo.gl/images/jdCYLi

 

3.Sandiwara

Di daratan jawa banyak sekali ditemui seni pertunjukan ketoprak, sebagai salah satu kabupaten yang ada di jawa, Indramayu juga memiliki kesenian sandiwara yang memiliki kemiripan dengan ketoprak. Lakon-lakon dalam sandiwara tersebut berkisah tentang legenda-legenda, para tokoh-tokoh indramayu pada masa lampau.

4. Wayang kulit.

Wayang dan Jawa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Indramayu pun begitu, kesenian wayangnya juga sangat dilestarikan. Meskipun memiliki banyak kepiripan dengan wayang kulit kebanyakan, namun dari segi bahasa dan pola pementasannya menjadi karakter dari wayang kulit indramayu ini. Ujaran-ujaran harian yang menjadi bahan candaan juga menjadi bumbu-bumbu yang ditaburkan oleh sang dalang dalam pementasan wayang tersebut.

5. Berokan

Seni berokan ini merupakan kesenian yang berasal dari indramayu yang memiliki kemiripan dengan barongsai, sebuah kesenian yang berasal dari China. Menurut cerita yang dipercaya secara sanad turun-temurun, berokan ini adalah warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina. Pangeran tersebut merupakan penguasa pesisir laut jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu. Selain sebagai hiburan, berokan ini juga sebagai media dakwah atau syi’ar agama Islam pada masa itu agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

Itulah beberapa kesenian-kesenian yang dapat dinikmati dan wajib dilestarikan agar tidak hilang ditelah majunya modernisasi yang sangat cepat menghanyut sisi-sisi kesenian nusantara. Masing-masing daerah atau kabupaten harus memiliki tim khusus untuk menangani demi terselamatkannya kesenian-kesenian tersebut, agar remaja-remajanya tertarik, merasa kekinian banget ketika mereka bisa berkesenian.