3 Kesenian Majalengka

Kebudayaan adalah hasil karya, rasa dan cipta manusia. Merupakan sebuah keluhuran yang menjadi kemewahan tersendiri dari bangsa ini. Warisan kebudayaan ini adalah tanggung jawab generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikannya. Terutama kebudayaan di salah satu kabupaten di Jawa Barat, yaitu Majalengka. Majalengka memang sering mengadakan pertunjukan budaya di kegiatan-kegiatan penting dan sakral seperti pernikahan dan khiatanan. Lalu, apa saja sih pertunjukan budaya yang ada di Majalengka ini? Ada beberapa kesenian yang biasanya dipentaskan dalam pertunjukan budaya Majalengka yang bersifat menghibur masyarakat.

  1. Sampyong

Adalah sebuah permainan yang dimainkan oleh dua orang yang dipimpin oleh soerang juru adil, atau disebut maladang. Permainan ini menyerupai seperti pertarungan bela diri. Tujuan dari permainan Sampyong ini adlaah untuk melatih ketangkasan pemain dalam hal pukul memukul dan seni mempertahankan diri. Lalu, apa arti sebenarnya Sampyong itu? Sampyong terdiri dari dua kata, yaitu Sam yang berarti pukulan dan Pyong yang berarti Tiga. Permainan ini sangat masyhur di Majalengka dan masih sangat disukai serta dilestarikan keberadannya.

  1. Sintren

Adalah kesenian tari yang tidak hanya banyak di Majalengka, tapi hampir seluruh wilayah di Jawa Barat. Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Pawang/dalang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh. Jika pemanggilan ruh berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending dan alunan musik tardisional.

  1. Gaok

Kesenian ini biasanya diselenggarakan pada ritual seminggu penyambutan kelahiran bayi. Gaok merupakan jenis kesenian wawacan (membaca teks). Sedangkan arti kata Gaok berasal dari Gorowok yang berarti berteriak. Sesuai dengan namanya, kesenian gaok ini dinyanyikan dengan suara yang cukup melengking dan bernada tinggi. Kesenian ini dilaksanakan tanpa iringan musik dan juga panggung. Kesenian ini diperankan oleh empat sampai enam orang laki-laki. Adapun dalam masa sekarang, kesenian Gaok mengalami perkembangan dengan adanya iringan musik-musik tradisional.

Ketiga kesenian inilah yang masih dilestarikan dan menjadi pertunjukan budaya masyarakat Majalengkan. Nilai seni dan budaya yang dijaga ini akan menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan datang menikmatinya. Tertarik liburan kali ini ke Majalengka?