Tips Menggunakan Rem Motor Untuk Mengurangi Potensi Kecelakaan

Semakin tahun jumlah kecelakaan, khususnya sepeda motor, semakin meningkat tiap tahunnya. Namun, bukan berarti tidak bisa dicegah. Salah satu caranya adalah dari diri kita sendiri dalam meningkatkan kemampuan berkendara. Tehnik ini dianggap paling mudah, namun tidak banyak yang benar-benar tahu tehnik yang benar. Tak jarang justru karena tidak tahu tehniknya dengan benar, justru membahayakan pengendara lain dan juga diri sendiri. Terutama pengendara sepeda motor. Seperti dilansir NTMC Polri, tehnik pengereman adalah hal utama yang perlu kuasai ketika  memutuskan untuk mengendarai sepeda motor. Nah, mau tahu bagaimana tehnik mengerem sepeda motor yang baik dan benar, berikut tipsnya:

 

  1. Jangan menginjak atau menekan tuas rem dengan keras atau secara mendadak ketika laju kendaraan dalam kecepatan tinggi. Karena bukannya motor berhenti, justru roda kendaraan akan slip menyebabkan laju motor tak terkendali. Bahayanya tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga sekitar.
  2. Paling efektif untuk mengurangi laju motor adalah rem depan. Sedangkan yang berfungsi sebagai penyeimbang adalah rem belakang. Maka, tehnik pengereman yang benar adalah dengan menggunakan keduanya.
  3. Ketika jalanan cukup sepi, silakan latih kemampuan mengerem. Untuk permulaan, 0 km/jam cukup untuk membantu melatih teknik dasar pengereman.
  4. Ketika melakukan pengereman, hal pertama yang dilakukan adalah melepaskan gas. Kemudian tarik tuas rem depan dengan cara diremas perlahan. Dan di saat bersamaan, kaki menginjak rem belakang sebagai penyeimbang.
  5. Upayakan kendaraan motor dalam posisi tegak, guna meminimalisir resiko tergelincir.
  6. Jangan selalu mengandalkan rem depan sekuat-kuatnya, gunakanlah feeling dalam meremas rem depan dengan optimal dan juga ketika menginjak rem belakang.

 

Banyak orang yang meremehkan terkait tehnik ini. Padahal, seringkali berakibat fatal. Tentu sering kita menemui tiba-tiba ada pengendara mengerem mendadak, atau lainnya. Sehingga membahayakan belakangnya. Dan juga tak sedikit yang menubruk depannya karena tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya. Keselamatan adalah yang utama.