Kimchi, Si Pedas Asam Yang Kaya Manfaat

Siapa sekarang yang tidak kenal Kpop? Penyanyi dengan wajah-wajah bening nan enerjik ini berasal dari negara korea selatan. Tak hanya produk dunia hiburannya yang saat ini banyak digandrungi generasi muda indonesia, kulinernya pun tak kalah terkenal. Coba kalian tonton drama korea Let’s eat, dan lihat bagaimana cara mereka menikmati makanan. Hampir dipastikan kalian langsung merasa lapar, dan ingin mencoba setiap masakan yang dipertontonkan. Selain itu, di setiap mall hampir dipastikan ada restoran korea yang menyajikan berbagai menu khas korea.

Salah satu menu olahan khas korea yaitu kimchi. Jika orang Indonesia tak bisa makan tanpa sambel, di Korea mereka tak bisa makan tanpa kimchi. Kimchi adalah makanan tradisional Korea, semacam asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Dalam membuat kimchi, sayuran yang sering digunakan yaitu sawi putih dan lobak dan difermentasi dalam suhu yang rendah sehingga tercipta sayuran segar yang baik untuk tubuh.

Kimchi sering disebut sebagai rahasia sehat orang korea. Bahkan menurut majalah Health Magazine, kimchi termasuk salah satu dari lima makanan tersehat di dunia lho. Karena dibuat dengan proses fermentasi, membuat kimchi menghasilkan bakteri yang memproduksi asam laktat yang lebih tinggi dari yogurt. Asam laktat  ini selain sebagai penambah cita rasa, juga berfungsi untuk menumpas bakteri serta virus yang berbahaya bagi tubuh, serta bagus untuk pencernaan. Karena terbuat dari sayuran, kimchi merupakan makanan tinggi serat, rendah kalori, dan mengandung banyak vitamin antara lain vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, kalsium dan zat besi.

Kalian tentu bisa membuat kimchi sendiri di rumah. Jika kalian sudah pernah mencoba kimchi dan merasa sedikit asing dengan rasa asamnya, kalian bisa berkreasi saat mengolahnya agar tercipta rasa kimchi sesuai dengan selera dan cita rasa orang Indonesia. Sila dsimak dan dicoba ya.

Bahan –bahan :

  • 1 kg Sawi Putih (besar)
  • 150 gr garam kasar
  • 1 sdm tepung beras
  • 200 ml air
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdm udang rebon (sangrai haluskan)
  • 4 sdm bubuk cabai (1 1/2 Bungkus Boncabe level sesuai selera)

Bumbu Halus:

  • 1 buah bawang bombay sedang
  • 10 siung bawang Putih
  • 1/2 ruas ibu jari jahe
  • 10 buah cabe merah
  • 6 sdm kecap ikan
  • 2 batang bawang daun (optional)

Cara membuat:

  1. Cuci bersih sawi per helainya dengan air mengalir, dan rendam sebentar dengan air garam untuk menghilangkan ulat, tiriskan.
  2. Oleskan garam kasar ke setiap helai sawi, biarkan selama sekitar 4 jam. Jangan lupa untuk membolak balik sawinya agar proses pengasinannya merata.
  3. Buat pastanya : campurkan air dan tepung beras, lalu masak di atas api sedang sekitar 2 menit. Setelah mengental, masukkan gula pasir lalu aduk hingga merata. Matikan api dan tunggu hingga dingin.
  4. Setelah larutan tepung dingin, masukkan bumbu halus, bon cabe, daun bawang, dan udang rebon yang telah dihaluskan, Aduk rata.
  5. Setelah proses pengasinan sawi selesai, ukran sawi akan menyusut dan keluar air lebih banyak. Cuci bersih sawi dengan air mengalir sebanyak 3 kali.
  6. Kenakan sarung tangan plastik, lalu oleskan pasta ke setiap helai sawi. Masukkan ke dalam wadah kedap udara dan diamkan selama 2 hari di suhu ruang. Setelah itu kalian bisa menyantapnya dan menyimpan sisanya di dalam kulkas.

Kalian bisa menyantapnya sebagai teman makan, sebagaimana tradisi di negara asalnya. Namun juga bisa mencampurkannya dalam berbagai masakan, seperti sup dan nasi goreng. Selamat mencoba ya.