CUACA EKSTRIM, HUJAN DERAS TANPA HENTI MEMBAWA BENCANA PADA YOGYAKARTA

Biasanya hujan yang membasahi kota dalam waktu  singkat membuat kaum urban memiliki istilah “cakung” singkatan dari “cuaca mendukung” mendukung dalam menggunakan waktu untuk beristirahat. Namun kini istilah tersebut tak lagi dapat dianggap kata yang menyenangkan bagi warga D.I.Yogyakarta kemarin hari Selasa (28/11).

Hujan deras tanpa henti yang membasahi seluruh DIY mulai membawa bencana yang menghantui warga Yogyakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mencatat saat ini rata rata hujan di DIY sudah mulai masuki kedalam kategori ekstrim, diinformasikan oleh BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, menginformasikan rata-rata hujan sudah diatas 100 mm per hari. BMKG berhasil mendeteksi siklon tropis yang tumbuh sangat berdekatan dengan pesisir selatan Pulau Jawa dengan nama “Cempaka”

Dengan adanya fenomena siklon tropis ”Cempaka” tersebut menjadikan hujan serta angin luar biasa yang berdampak cupkup berbahaya bagi wilayah DIY. Hujan deras yang terjadi sejak pagi hingga siang mengakibatkan sejumlah tempat di wilayah Yogyakarta tergenang air. Selain itu aliran listrik di wilayah Kota Yogyakarta bagian selatan di Kecamatan Mergangsan, Umbulharjo, Kecamatan Sewon dan Banguntapan Bantul padam.

Siklon tropis bernama “Cempaka” telah memicu cuaca ekstrim selama dua hari, BPBD DIY mencatat, siklon tropis tersebut mengakibatkan 114 titik bencana di lima kabupaten. 114 titik tersebut didominasi oleh bencana angina kencang sebanyak 68 titik yang tersebar di Kabupaten Bantul yang teridentifikasi 32 titik, Kulon Progo 12 titik, Gunungkidul 28 titik, dan Kabupaten Sleman 12 titik. Sementara itu, bencana banjir terdapat 29 titik dengan jumlah dominan di Kabupaten Gunungkidul yang mencapai 20 titik dan 9 titik lainya tersebar merata di Kabupaten lainya.
Fenomena Banjir yang dominan di Gunungkidul disebebkan banyaknya cekungan, hal itu terjadi karena curah hujan di Kabupaten itu tercatat mencapai 200 mm per hari atau lebih tinggi dari curah hujan di kabupaten lainnya. Tidak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya Karena Gunungkidul biasanya terkenal sering dilanda kekeringan. Selanjutnya untuk bencana tanah longsor terdapat 44 titik yakni di Bantul 20 titik, Kulon Progo 10 titik, Gunungkidul 6 titik, Sleman 3 titik, dan Kota Yogyakarta 4 titik.