ABU VULKANIK GUNUNG AGUNG MULAI MENGHUJANI KOTA

Gunung Agung  merupakan gunung api aktif yang memiliki sejarah tentang kedahsyatan letusanya pada tahun 1963-1964. Letusan itu merupakan salah satu letusan gunung terbesar di abad ke-20. Letusan tersebut dimulai pada 18 Februari 1963 dan berhenti pada 27 Januari 1964. Terjadinya erupsi kembali di tahun 2017 ini membuat banyak spekulasi tentang letusan Gunug Agung jika melihat dari sejarah. Sampai saat ini Gunung Agung terus mengeluarkan material abu vulkanik disertai dengan asap tebal yang membumbung diperkirakan setinggi 2000 meter lebih.

Status Gunung Agung di Karangasem, Bali pagi Selasa kemarin (28/11) dinaikan dari level III (siaga) menjadi level IV (awas). Peningkatan status mulai disahkan berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya. Peningkatan tersebut juga berdampak pada penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, karena abu vulkanik yang mengarah ke barat daya dan memenuhi ruang udara sehingga mengganggu penerbangan.

Kesulitan warga untuk menemukan masker khusus abu pun menjadi permasalahan yang kini mulai melanda kota. Hal ini disebabkan karena ketersediaan masker di beberapa apotik mulai habis terjual. Selainitu, warga juga mulai berburu bahan makanan untuk mulai berjaga-jaga jika Gunung Agung mulai melakukan erupsi besar. Namun hujan abu vulkanik di Denpasar belum sampai membuat aktivitas warga terganggu. Aktivitas swasta maupun pemerintahan juga masih berjalan seperti biasa.

Bandara I Gusti Ngurah Rai di tutup mulai pada Senin (27/11) pukul 07.15 WITA sampai Selasa (28/11) 07.00 WITA. Dengan setiap enam jam sekali pihak bandara akan mengevaluasi kondisi terkini untuk langkah-langkah yang akan diambil.

Evakuasi dinilai sangat penting, mengingat Bali telah memasuki musim penghujan. Hal ini membuat adanya kemungkinan banjir lahar dingin. Meskipun status tanggap darurat ditetapkan di Karangasem, daerah lain di Bali, seperti Sanur, Tanah Lot, Kuta, Nusa Dua dan Ubud, yang menjadi pusat wisata, ditegaskan BNPB “masih aman”.